Sumber : www.businessdrive.us
E-BUSINESS
E-Business
(Electronic Business), dapat
diartikan kegiatan bisnis yang dilakukan secara otomatis dan semi-otomatis
dengan menggunakan sistem informasi komputer. E-business pertama kali
diperkenalkan oleh Lou Gerstner, seorang CEO perusahaan IBM, sekarang merupakan
bentuk kegiatan bisnis yang dilakukan dengan menggunakan teknologi Internet. Penggunaan
sehari-hari E-Business tidak hanya menyangkut e-dagang (perdagangan elektronik
atau e-commerce) saja. E-dagang merupakan sub-bagian dari E-Business, sementara
E-Business meliputi segala macam fungsi dan kegiatan bisnis menggunakan data
elektronik, termasuk pemasaran Internet (e-pemasaran). Sebagai bagian dari
E-Business, e-dagang lebih berfokus pada kegiatan transaksi bisnis lewat www
atau Internet. E-Business berkaitan secara menyeluruh dengan proses bisnis
termasuk value chain: pembelian
secara elektronik (electronic purchasing),
manajemen rantai suplai (supply chain
management), dan pemrosesan order elektronik (Hasibuan dkk., 2020).
Menurut Hasibuan dkk (2020), E-Business
adalah penggunaan teknologi informasi untuk memudahkan proses bisnis, melakukan
e-commerce, dan menyediakan kerja sama dan komunikasi perusahaan pendukung.
E-Business atau Electronic business
didefinisikan sebagai aktivitas yang berkaitan secara langsung maupun tidak
langsung dengan proses pertukaran barang dan/atau jasa dengan memanfaatkan
internet sebagai medium komunikasi dan transaksi, dan salah satu aplikasi
teknologi intenet yang merambah dunia bisnis internal, melingkup sistem,
pendidikan pelanggan, pengembangan produk, dan pengembangan usaha. Secara luas
sebagai proses bisnis yang bergantung pada sebuah sistem terotomasi. Pada masa
sekarang, hal ini dilakukan sebagian besar melalui teknologi berbasis web
memanfaatkan jasa internet. Salah satu keunggulan baru dari Internet yang saat
ini digemari banyak orang adalah E-Business. E-Business, membeli atau menjual
secara elektronik yang dilakukan pada jaringan Internet. Untuk dapat menangkap
dimensi ruang lingkup pengertian e-Business, cara yang kerap dipakai adalah
dengan prinsip 4W (What, Who, Where dan
Why).
1. Prinsip
What
Banyak orang yang mempertukarkan istilah
E-Business dengan E-Commerce. Secara prinsip, pengertian E-Business jauh lebih
luas dibandingkan dengan E- Commerce; bahkan secara filosofis, E-Commerce
merupakan bagian dari E- Business. Jika E-Commerce hanya memfokuskan diri pada
aktivitas atau mekanisme transaksi yang dilakukan secara elektronik/digital,
E-Business memiliki wilayah yang jauh lebih luas, termasuk di dalamnya:
- Aktifitas relasi antara dua entiti perusahaan,
- Interaksi antara perusahaan dengan pelanggannya,
- Kolaborasi antara perusahaan dengan para mitra bisnisnya,
- Pertukaran informasi antara perusahaan dengan para pesaing usahanya, dan lain sebagainya.
2. Prinsip
Who
Pihak yang terlibat dalam E-Business
yaitu semua pihak yang melakukan transaksi dalam sebuah sistem bisnis atau
serangkaian proses bisnis (business
process) merupakan pihak-pihak yang berkepentingan dalam ruang lingkup E-Business.
Paling tidak ada tujuh klasifikasi entiti yang dipergunakan dalam
mengilustrasikan E- Business, diantaranya :Agent,
Business, Consumer, Device, Employee, Family, dan Government.
Contohnya adalah sebuah aplikasi tipe
E-Commerce B2C yang merupakan mekanisme hubungan perdagangan antara sebuah
perusahaan dengan para pelanggannya (end
consumer) atau tipe G2G yang menghubungkan pemerintahan dua buah negara
untuk permasalahan ekspor dan impor atau D2D yang menghubungkan antara dua
peralatan canggih teknologi informasi seperti antara PDA dengan handphone atau
B2F yang menghubungkan sebuah perusahaan penjual barang-barang kebutuhan rumah
tangga dengan berbagai keluar; dan lain sebagainya.
3. Prinsip
Where
Kegiatan bisnis dalam E- Business dapat
dilakukan di mana saja, sejauh pihak yang berkepentingan memiliki fasilitas
elektronik/digital sebagai kanal akses (access
channel). Berbeda dengan bisnis konvensional di mana transaksi biasa
dilakukan secara fisik di sekitar perusahaan yang bersangkutan, maka di dalam
E-Business, interaksi dapat dilakukan melalui berbagai kanal akses. Beberapa
contoh yang dapat diutarakan sebagai berikut:
· Di
rumah, seorang Ibu dapat menggunakan telepon atau web-TV untuk berkomunikasi
dengan perusahaan penjual produk atau jasa
· Di
kantor, seorang karyawan dapat menggunakan perlengkapan komputer atau fax3
· Di
mobil, seorang mahasiswa dapat menggunakan handphone atau PDA nya
· Di
lokasi keramaian seperti mall, toko-toko, atau pasar, masyarakat dapat
memanfaatkan ATM, warnet, atau kios-kios telekomunikasi (wartel) untuk
melakukan hal yang sama.
Dengan kata lain, istilah di mana saja
untuk melakukan hubungan dengan siapa saja merupakan implementasi dari E-Business.
4. Prinsip
Why
Penerapan konsep E-Business secara
efektif tidak saja menguntungkan perusahaan karena banyaknya komponen biaya
tinggi yang dapat dihemat (cost cutting),
tetapi justru memberikan kesempatan perusahaan untuk meningkatkan level
pendapatannya (revenue generation)
secara langsung maupun tidak langsung. Implementasi E-Business pada perusahaan yaitu
dapat melihat berbagai peluang bisnis baru yang selama ini belum pernah
ditawarkan kepada masyarakat. Banyak perusahaan yang melakukan transformasi
bisnis (perubahan bisnis inti) setelah melihat besarnya peluang bisnis baru di
dalam menerapkan konsep E-Business, selain dengan menerapkan konsep internet working, sebuah perusahaan
berskala kecil dan menengah dapat dengan mudah bekerja sama dengan perusahaan
raksasa untuk menawarkan berbagai produk dan jasa kepada pelanggan. Bahkan perusahaan
berskala kecil memiliki pendapatan melebihi perusahaan menengah maupun besar
karena strategi efektif dalam menerapkan E-Business.
E-COMMERCE
E-Commerce (Perdangangan elektronik) adalah hasil teknologi informasi yang
saat ini sedang berkembang dengan cepat terhadap pertukaran barang, jasa dan
informasi melalui sistem eletronik seperti: intemet, televisi dan jaringan
komputer lainnya (Romindo dkk., 2019). Menurut Hartman (2000), definisi
terhadap E-Commerce sebagai suatu jenis dari mekanisme bisnis secara elektronis
yang memfokuskan diri pada transaksi bisnis berbasis individu dengan
menggunakan intemet sebagai medium pertukaran barang atau jasa baik antara dua
buah institusi (B-to-B) maupun antar institusi dan konsumen langsung (B-to-C). E-Commerce
memiliki karakteristik yang tidak dapat dihilangkan, antara lain:
a)
Transaksi antara dua belah pihak, yaitu: pembeli dan penjual;
b) Pertukaran barang, jasa, dan
informasi;
c)
Sistem eletronik seperti: internet, televisi dan jaringan komputer
lainnya.
Berdasarkan bisnis intinya, masing-masing perusahaan memiliki urutan
proses utamanya sendiri-sendiri (core processes), dimana pada berbagai titik
sub-proses, terjadi interaksi antara perusahaan dengan salah satu entiti relasi
di atas. Jika dahulu kebanyakan relasi hanya dapat terjalin secara one-to-one relationship, maka dengan adanya
E-Commerce hubungan antar perusahaan dengan entiti ekstemal lainnya dapat
dilakukan secara many-to-many
relationship dengan lebih cepat, lebih baik, dan lebih murah.
Gambar 1. Relasi dalam Dunia Bisnis (Fingar dkk., (2000) dalam Romindo dkk (2019))
Model E-Commerce
Menurut Romindo dkk (2019), kegiatan bisnis E-Commerce mencakup banyak
hal, untuk membedakannya E-Commerce dibagi menjadi beberapa tipe, diantaranya:
1.
Business-to-Business (B2B)
B2B adalah jenis E-Commerce yang dilakukan antar perusahaan dengan
perusahaan. Kebanyakan pedagang tradisional lebih sering menggunakan jenis ini.
Jenis transaksi pada B2B menggunakan EDI (Electronic
Data Interchange) dan email. Sekitar 80% dari E-commerce merupakan B2B.
Contoh perusahaan B2B diantaranya :
a) Alibaba adalah sebuah layanan e-commerce yang berfokus pada B2B
e-commerce yang menghubungkan berbagai jenis usaha kecil maupun menengah.
Banyak pembeli dan penjual di dunia yang menjadikan alibaba sebagai tempat
untuk menjual atau mencari produk.
b) Garuda Indonesia telah
mengembangkan E-Commerce Business to Business dengan menyediakan Coperate
Online dan Agency Online. Garuda Indonesia menawarkan program layanan Garuda
Online Sale bagi perusahaan yang ingin mendaftar menjadi partner Garuda
Indonesia di bagian penjualan tiket dapat bergabung dalam program tersebut
dengan syarat yang sudah ditentukan oleh pihak Ganuda Indonesia.
2.
Business-to-Consumer (B2C)
Business-to-consumer E-Commerce atau perdagangan antara perusahaan dan
konsumen, melibatkan konsumen dalam pengumpulan informasi; pembelian barang
fisik (seperti buku atau produk konsumen) atau barang informasi (barang dari
bahan elektronik atau konten digital, seperti perangkat lunak, atau e-book);
dan untuk barang informasi, menerima produk-produknya melalui jaringan
elektronik. B2C merupakan bentuk kedua terbesar dari e-commerce. Penjualan
dilakukan secara eceran dari perusahaan langsung ke konsumen akhir. Contoh
perusahaan B2C adalah:
Amazon.com (http://www.amazon.com/) merupakan pengecer daring terbesar di
dunia. Amazon juga memproduksi barang elektronik dan juga termasuk salah satu
penyedia jasa komputasi awan terbesar. Amazon memiliki beberapa situs web ritel
untuk Amerika Serikat, Kanada, Britania Raya, Perancis, Jerman, Italia,
Spanyol, Jepang, dan China, dengan pengiriman internasional ke negara-negara
lain. Amazon juga membuat situs web terpisah di Polandia, Brasil, Belanda, dan
Swedia.
Peran B2C E-Commerce yaitu mengurangi
biaya transaksi (terutama biaya pencarian) dengan meningkatkan peran konsumen
untuk dapat mengakses informasi dan menemukan harga yang paling kompetitif
untuk suatu produk atau jasa. B2C E-Commerce juga mengurangi hambatan masuk
pasar karena hanya membutuhkan biaya untuk membuat dan memelihara situs web
yang jauh lebih murah dibanding dengan memasang plang perusahaan.
3.
Business-to-Government (B2G)
Business-to-government E-Commerce atau B2G didefinisikan sebagai
perdagangan antara perusahaan dan sektor publik atau pemerintahan, seperti
penggunaan internet dalam pengadaan, prosedur perijinan dan kegiatan lain yang
melibatkan pemerintah. B2C E-Commerce memiliki dua syarat, yaitu (1) sektor
publik diasumsikan sebagai pemegang kendali utama dalam menjalankan e-commerce
dan (2) diasumsikan bahwa sektor publik sangat membutuhkan sistem pengadaan
yang lebih ekeftif. Pasar E-Commerce B2G sebagai komponen dari total E-
Commerce masih belum signifikan, karena sistem E-Commerce pemerintah masih
dalam proses perkembangan. Berikut ini contoh B2G, yaitu:
IBM Center for the Business of
Govemment
menghubungkan penelitian manajemen publik dengan praktek. Sejak tahun 1998,
telah meningkatkan efektivitas pemerintah dengan ide-ide praktis.
4.
Consumer-to-Consumer (C2C)
Consumer-to-consumer E-Commerce atau C2C didefinisikan sebagai
perdagangan antara individu (sektor swasta) dengan konsumen. Consumer to
Consumer (C2C) merupakan transaksi dimana konsumen menjual produk secara
langsung kepada konsumen lainnya. C2C ditandai dengan peningkatan pasar
elektronik dan lelang online, khususnya di industri di mana suatu
perusahaan/bisnis menawarkan apa yang diinginkan dari beberapa suplier. Hal
tersebut dapat menciptakan potensi besar untuk membangun pasar baru. Terdapat
tiga jenis C2C, antara lain :
a)
Lelang difasilitasi di portal tertentu, seperti eBay,
b)
Peer-to-peer sistem, seperti model Napster
c)
Mengklasifikasikan iklan pada situs portal seperti Excite Classifieds dan
eWanted
Contoh situs C2C:
eBay didirikan oleh Pierre Omidyar
sebagai AuctionWeb pada tahun 1995. eBay
bermarkas di San Jose, California, Meg Whitman telah menjadi presiden eBay dan
CEO-nya sejak Maret 1998. Pasar ideal akan tercipta di mana keragaman barang
yang dijual akan semakin banyak, sementara jumlahnya semakin sedikit.
5.
Mobile Commerce (m-commerce)
M-commerce (mobile commerce) merupakan pembelian dan penjualan barang dan
jasa melalui teknologi nirkabel yaitu, perangkat genggam seperti Personal
Digital Assistant (PDA). Jepang merupakan salah satu pemimpin global dalam
m-commerce. Seiring dengan pengiriman konten melalui perangkat nirkabel menjadi
semakin cepat, aman dan terukur, sebagian orang mulai percaya m-commerce
merupakan motode pilihan transaksi perdagangan digital yang cukup
diperhitungkan. Industri yang dapat dipengaruhi oleh m-commerce meliputi:
a) Financial Services, termasuk mobile banking (ketika
konsumen menggunakan mobile phone untuk mengakses akunnya dan membayar
tagihan), serta layanan broker.
b) Telekomunikasi, di mana perubahan jasa, pembayaran tagihan dan akun
riview dapat dilakukan dalam satu alat yang sama yaitu mobile phone.
c) Layanan/ritel, konsumen diberikan kemampuan untuk menempatkan dan
membayar pesanan an-the-fly, dan
d)
Layanan informasi, termasuk entertainment, berita finansial, olahraga,
dan update traffic yang dikirimkan ke mobile
phone.
Peran E-Commerce dengan Enterpreneurship
Menurut Romindo dkk (2019), terdapat lima hal mengapa E-Commerce dan
internet dapat membangun enterpreneurship
di suatu negara berkembang:
1. E-Commerce memfasilitasi akses pengrajin dan UKM (Usaha Kecil dan
Menengah) ke pasar dunia.
2. E-Commerce memfasilitasi dalam melakukan promosi dan pengembangan
pariwisata negara-negara berkembang dalam skala global.
3. E-Commerce memfasilitasi pemasaran produk pertanian di pasar global.
4. E-Commerce menyediakan jalan bagi perusahaan-perusahaan di negara-negara
miskin untuk masuk ke dalam rantai suplai B2B dan B2G.
5. E-Commerce membantu menyediakan layanan bagi perusahaan-perusahaan di negara-negara berkembang agar dapat
beroperasi lebih efisien dengan langsung memberikan layanan khusus untuk
pelanggan internasional.
Making money and working are an art but good business is the
best art - Andy Warhol J
DAFTAR PUSTAKA
Hasibuan,
A., Jamaludin., Y. Yuliana., A. Sudirman., A. Wirapraja., A. H. P. Kusuma., T.
S. Hwee., D. Napitupulu., J. Afriany., dan J. Simarmata. 2020. E-Business: Implementasi, Strategi dan
Inovasinya. Medan: Yayasan Kita Menulis.
Romindo, R., M. Muttaqin., D.H. Saputra., D. W. Purba., M.
Iswahyudi., A. R.Banjarnahor., A. H. P.Kusuma., F. Effendy., O. K. Sulaiman., dan
J. Simarmata. 2019. E-Commerce: Implementasi, Strategi dan Inovasinya. Medan: Yayasan
Kita Menulis.


0 Comments