Usaha atau biasa juga disebut dengan bisnis merupakan aktivitas
produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran batang dan jasa yang melibatkan
orang atau perusahaan dengan tujuan menghasilkan laba untuk kelangsungan hidup
dan mengumpulkan dana pelaksanaan kegiatan untuk pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan oleh pebisnis atau pengusaha (Fuad dkk, 2006).
Pengusaha atau wirausahawan (entrepreneur/businessman) adalah
seseorang yang menciptakan sebuah usaha atau bisnis yang dihadapkan dengan
risiko maupun ketidakpastian untuk memperoleh laba/keuntungan dan mengembangkan
bisnis tersebut dengan cara mengenali kesempatan/peluang dan memanfaatkan
sumber daya yang dibutuhkan (Suharyadi dkk., 2007).
Wirausahawan yang sukses harus mampu melihat ke depan dengan berpikir
penuh perhitungan dan mencari pilihan alternatif untuk menyelesaikan masalah
yang sedang dihadapi. Menurut Geoffrey G. Meredith (1996) dalam Suharyadi dkk
(2007), seorang wirausahawan memliki ciri-ciri sebagai berikut :
- Percaya Diri. Seorang pengusaha harus memiliki kepercayaan diri yang lemah. Segala sesuatu yang telah diyakini dan dianggap benar harus dilakukan sepanjang tidak melanggar hukum dan norma yang berlaku. Percaya diri merupakan sikap dan keyakinan untuk memulai, melakukan, dan menyelesaikan tugas atau pekerjaan yang dihadapi.
- Berorientasi pada Tugas dan Hasil. Seorang wirausahawan harus fokus pada tugas dan hasil, setiap
pekerjaan yang dilakukan harus memiliki hasil yang jelas. Apa pun jenis
usahanya, seberapa pun kerasnya usaha yang dilakukan apabila teryata tidak
berhasil, maka tidak ada gunanya. Apa yang dilakukan scorang wirausahawan
merupakan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Keberhasilan pencapaian
tugas tersebut, sangat ditentukan pula oleh motivas berprestasi, berorientasi
pada keuntungan, kekuatan dan ketabahan kerja keras, energik, serta berinisiatif.
- Berani Mengambil Risiko. Setiap proses bisnis harus memiliki risikonya masing-masing, dan
apabila ingin memperoleh keuntungan, maka harus mau mengeluarkan biaya sekecil
apa pun biaya itu. Risiko usaha pasti ada, tidak ada jaminan suatu usaha akan
untung atau sukses terus-menerus. Oleh sebab itu, untuk memperkecil kegagalan
usaha maka seorang wirausahawan harus mengetahui peluang kegagalan dengan
mengidentifikasi sumber kegagalan dan seberapa besar peluang terjadinya
kegagalan. Dengan mengetahui sumber kegagalan, maka kita dapat berusaha
memperkecil risiko.
- Kepemimpinan. Wirausahawan yang berhasil ditentukan pula oleh kemampuan dalam
memimpin atau dapat disebut dengan kepemimpinan. Memberikan suri teladan,
berpikir positif, tidak, antikritik, dan memiliki kecakapan dalam bergaul
merupakan hal-hal yang sangat diperlukan dalam berwirausaha. Kepemimpinan dan
kepeloporan ini bukan hanya memberikan pengaruh pada orang lain atau bawahannya,
melainkan juga sigap dalam mengantisipasi setiap perubahan. Di samping, meniadi
pemimpin harus melakukan perubahan dengan meluncurkan produk-produk baru, menjadi
pelepor dalam penciptaan pruduk yang unggul, atau memberikan nilai tambah yang
berbeda dibanding para pesaing.
- Keorisinalan. Nilai keorisinalan dari semua yang dihasilkan oleh wirausahawan akan
sangat menentukan keberhasilan dalam mencapai keunggulan bersaing. Keorisinalan
dan keunikan dari suatu barang atau jasa merupakan hasil dari inovasi dan
kreativitas yang diterapkan, seoarang wirausaha harus melibatkan cara yang baru
atau berpikir sesuatu yang lama dengan cara-cara baru. lntinya bahwa
kewirausahaan harus mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
- Berorientasi pada Masa Depan. Memiliki pandangan jauh ke depan atau bahkan tiba lebih dahulu pada masa depan merupakan kemampuan yang biasanya ada pada setiap wirausahawan yang sukses. Dengan memiliki pandangan yang jauh ke depan, maka wirausahawan akan terus berupaya untuk berkarya dengan menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda dengan yang ada saat ini. Pandangan ini menjadikan seorang wirausahawan tidak cepat merasa puas dengan hasil yang diperoleh saat ini sehingga terus mencari peluang.
Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang
mempelajari tentang nilai, kemampuan, dan perilaku seseorang dalam menghadapi
dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dari berbagai
risiko-risiko yang dihadapi (Sunarya dkk., 2011).
Menurut Sunarya (2011), kewirausahaan belum memiliki
definisi yang disepakati diantara para ahli, terdapat perbedaan definisi satu
ahli dengan yang lain. John J. Kao (1993) mendefinisikan entrepreneurship sebagai berikut: "Entrepreneurship is the attempt to create value through recognition of
business opportunity, the management of risk-taking appropriate to the
opportunity, and through the communicative and management skills to mobilize
human, financial, and material resources necessary to bring a poject to
fruition". Dengan kata lain, kewirausahaan adalah usaha untuk
menciptakan nilai melalui pengenalan kesempatan bisnis, manajemen pengambilan
risiko yang tepat, dan melalui ketrampilan komunikasi dan manajemen untuk
mobilisasi manusia, uang, dan bahan-bahan baku atau sumber daya lain yang
diperlukan untuk menghasilkan proyek supaya terlaksana dengan baik.
Menurut Robert D. Hisrich et al (2005) dalam Sunarya dkk (2011), lebih lengkap mendefinisikan entrepreneurship berdasarkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan ekonom, psikolog, dan pebisnis. Penjelasannya berturut-turut sebagai berikut :
1. Pendekatan ekonom, kewirausahaan adalah orang yang membawa sumber-sumber daya, tenaga, material, dan aset-aset lain ke dalam kombinasi yang membuat nilainya lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dan juga seseorang yang memperkenalkan perubahan, inovasi/pembaruan, dan suatu tatanan atau tata dunia baru.
2. Pendekatan psikolog, kewirausahaan adalah betul-betul seorang yang digerakkan secara khas oleh kekuatan tertentu, kegiatan untuk menghasilkan atau mencapai sesuatu, pada percobaan, pada penyempurnaan, atau mungkin pada wewenang mencari jalan keluar yang lain.
3. Pendekatan pebisnis, kewirausahaan adalah seorang pebisnis yang muncul sebagai ancaman, pesaing yang agresif, sebaliknya pada pebisnis lain sesama wirausaha mungkin sebagai sekutu/mitra, sebuah sumber penawaran, seorang pelanggan, atau seseorang yang menciptakan kekayaan bagi orang lain, juga menemukan jalan yang lebih baik untuk memanfaatkan sumber-sumber daya, mengurangi pemborosan, dan menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain yang dengan senang hati menjalankannya.
Menurut Robert D. Hisrich et al (2005) dalam Sunarya dkk (2011), lebih lengkap mendefinisikan entrepreneurship berdasarkan tiga pendekatan, yaitu pendekatan ekonom, psikolog, dan pebisnis. Penjelasannya berturut-turut sebagai berikut :
1. Pendekatan ekonom, kewirausahaan adalah orang yang membawa sumber-sumber daya, tenaga, material, dan aset-aset lain ke dalam kombinasi yang membuat nilainya lebih tinggi dibandingkan sebelumnya, dan juga seseorang yang memperkenalkan perubahan, inovasi/pembaruan, dan suatu tatanan atau tata dunia baru.
2. Pendekatan psikolog, kewirausahaan adalah betul-betul seorang yang digerakkan secara khas oleh kekuatan tertentu, kegiatan untuk menghasilkan atau mencapai sesuatu, pada percobaan, pada penyempurnaan, atau mungkin pada wewenang mencari jalan keluar yang lain.
3. Pendekatan pebisnis, kewirausahaan adalah seorang pebisnis yang muncul sebagai ancaman, pesaing yang agresif, sebaliknya pada pebisnis lain sesama wirausaha mungkin sebagai sekutu/mitra, sebuah sumber penawaran, seorang pelanggan, atau seseorang yang menciptakan kekayaan bagi orang lain, juga menemukan jalan yang lebih baik untuk memanfaatkan sumber-sumber daya, mengurangi pemborosan, dan menghasilkan lapangan pekerjaan baru bagi orang lain yang dengan senang hati menjalankannya.
Menurut Instruksi Presiden RI No. 4 Tahun 1995:
"Kewirausahaan adalah semangat, sikap, perilaku, dan kemampuan seseorang
dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari,
menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi, dan produk baru dengan meningkatkan
efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh
keuntungan yang lebih besar".
Dari pengertian diatas, Sunarya dkk (2011),
menyimpulkan bahwa kewirausahaan adalah hal-hal atau upaya-upaya yang berkaitan
dengan penciptaan kegiatan atau usaha atau aktivitas bisnis atas dasar kemauan
sendiri dan atau mendirikan usaha atau bisnis dengan kemauan dan atau kemampuan
sendiri.
Dalam
kewirausahaan, terdapat semangat kewirausahaan yang diperlukan oleh seorang
wirausahawan. Menurut Suharyadi dkk (2007), semangat kewirausahaan tersebut harus
dibangun berdasarkan asas pokok sebagai berikut:
- Kemauan kuat untuk berkarya (terutama dalam bidang ekonomi) dan semangat mandiri.
- Mampu membuat keputusan yang tepat dan berani mengambil risiko.
- Kreatif dan inovatif.
- Tekun, teliti, dan produktif.
- Berkarya dengan semangat kebersamaan dan etika bisnis yang sehat.
Kelima asas pokok kewirausahaan tersebut di atas,
berkaitan dan saling menunjang satu sama lain dan harus ada pada setiap diri
wirausahawan dengan kondisi yang berbeda-beda.
There is no success without hard work J
DAFTAR
PUSTAKA
Fuad,
M., Christine H., Nurlela., Sugiarto., dan Paulus, Y. E. F. 2006. Pengantar
Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suharyadi.,
A. Nugroho., Purwanto S. K., dan M Faturohman. 2007. Kewirausahaan: Membangun
Usaha Sukses Sejak Usia Muda. Jakarta: Salemba Empat.
Sunarya, A., Sudaryono., dan A. Saefullah. 2011. Kewirausahaan. Yogyakarta: Penerbit CV.
Andi Offset.


0 Comments