IDE BISNIS
Menurut Zimmerer dalam Sunarya dkk (2011), ide
dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan riil di pasar. Ide-ide
tersebut menciptakan potensi pasar yang sekaligus merupakan peluang usaha.
Dalam mengevaluasi ide untuk menciptakan potensi (peluang bisnis), pebisnis
perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua risiko yang mungkin terjadi
dengan cara:
Mengurangi risiko melalui strategi yang proaktif.
Menyebarkan risiko ke aspek-aspek yang paling mungkin.
Mengelola risiko yang mendatangkan nilai atau manfaat.
Menurut Zimmerer (1996) dalam dalam Sunarya dkk
(2011), kreativitas seringkali muncul dalam bentuk ide untuk menghasilkan
barang dan atau jasa baru. Ide bukanlah peluang dan tidak akan muncul bila pebisnis
tidak melakukan evaluasi dan pengamatan secara terus-menerus. Banyak ide yang
betul-betul asli, akan tetapi sebagian besar peluang tercipta ketika pebisnis
memiliki cara pandang baru terhadap ide lama. Pertanyaannya, bagaimana ide
dapat menjadi peluang? Terdapat beberapa jawaban atas pertanyaan ini, antara
lain:
- Ide dapat digeneralkan secara internal melalui perubahan cara atau metode yang lebih baik di dalam melayani dan memuaskan pelanggan.
- Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru.
- Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi pekerjaan atau cara melakukan pekerjaan.
Hasil dari ide secara keseluruhan adalah perubahan
dalam bentuk arahan atau petunjuk bagi perusahaan atau kreasi baru pada barang
yang dihasilkan perusahaan. Banyak pebisnis berhasil bukan atas ide sendiri
tetapi dari hasil mengamati dan menerapkan ide orang lain yang kemudian dibuah
menjadi peluang. Peluang untuk memasuki dunia usaha atau bisnis dapat diperoleh
melalui berbagai jalan masuk. Alternatif mana yang digunakan sangat tergantung
situasi dan kondisi calon pebisnis.
Sumber-Sumber Ide Baru
Menurut Hisrich dkk (2008), Beberapa
sumber ide yang sering digunakan oleh para pengusaha adalah: pelanggan, produk
dan jasa yang sudah ada, saluran distribusi, serta penelitian dan pengembangan
1. Pelanggan
Para pengusaha yang potensial harus
terus-menerus memperhatikan para pelanggan yang potensial. Perhatian ini dapat
diwujudkan dalam bentuk pengawasan ide dan kebutuhan potensial secara informal
atau pengaturan secara formal yang dirujukan bagi para pelanggan agar dapat
memiliki kesempatan untuk mengungkapkan opini-opininya. Dibutuhkan juga perhatian
untuk memastikan bahwa ide atau kebutuhan tersebut mewakili pasar yang cukup
besar dalam mendukung sebuah perusahaan baru.
2. Produk
dan Jasa yang Sudah Ada
Para pengusaha yang potensial juga harus
membentuk metode formal untuk mengawasi dan mengevaluasi produk dan jasa yang
kompetitif di pasar. Sering kali, analisis ini menemukan cara-cara untuk memperbaiki
penawaran-penawaran yang mungkin menghasilkan produk atau jasa baru, yang
mempunyai daya tarik pasar serta penjualan dan potensi keuntungan yang lebih
baik.
3. Saluran
Distribusi
Anggota-anggota saluran distribusi juga
merupakan sumber ide baru yang sangat baik karena kedekatan mereka dengan
kebutuhan pasar. Anggota-anggota saluran tidak hanya sering mempunyai saran
untuk produk-prodak yang sama sekali baru, tetapi mereka juga membantu
memasarkan produk- produk yang baru saja dikembangkan. Dari seorang pelayan
toko di sebuah toko serba ada yang besar, seorang pengusaha mengetahui bahwa
penyebab kaus kakinya tidak terjual dengan baik adalah warnanya. Dengan
memerhatikan saran terscbut dan melakukan perubahan warna yang menarik,
perusahaannya menjadi salah satu penyuplai utama kaus kaki tanpa merek di salah
satu negara bagian Amerika Serikat.
4. Penelitian
dan Pengembangan
Sumber ide-ide baru yang paling besar
adalah upaya-upaya penelitian dan pengembangan pengusaha itu sendiri, yang
mungkin merupakan usaha keras formal yang berhubungan dengan pekerjaan seseorang
pada saat ini atau laboratorium informal yang ada di ruang bawah tanah atau
garasi. Seorang ilmuwan riset di perusahaan Fortune 500 mengembangkan resin
plastik baru yang menjadi dasar dari sebuah produk baru, plastik yang dicetak
menjadi palet mangkuk modular, seperti yang dilakukan oleh sebuah perusahaan
baru yaitu Arnolite Pallet Company Inc. ketika perusahaan Fortune 500 tidak
tertarik untuk mengembangkan ide tersebut.
Metode-Metode Untuk
Menghasilkan Ide
Menurut Hisrich dkk (2008), Seorang
pengusaha dapat menggunakan beberapa metode untuk membantu menghasilkan dan
menguji ide-ide baru, seperti: kelompok fokus (focus groups) dan tukar pikiran (brainstorming)
1. Kelompok
Fokus
Kelompok fokus (focus groups) telah digunakan untuk berbagai tujuan sejak tahun
1950-an. Kelompok fokus merupakan metode yang sangat bagus utuk menyaring
ide-ide dan konsep-konsep awal. Menggunakan salah satu dari beberapa prosedur
yang ada. hasil-hasilnya dapat dianalisis secara kuantitarif, menjadikan
kelompok fokus sebuah metode yang bermanfaat antuk menghasilkan ide-ide produk baru.
2. Tukar
Pikiran
Metode
tukar pikiran (brainstorming) menstimulasi
orang agar memperlihatkan kreativitas yang lebih baik melalui pertemuan dengan
orang lain dan partisipasi dalam pengalaman-pengalaman kelompok yang
terorganisasi. Walaupun sebagian besar ide tersebut dihasilkan dari kelompok
yang tidak mempunyai dasar untuk pengembangan lebih lanjut, sebuah ide yang
bagus terkadang dapat muncul. Hal ini memiliki frekuensi kemunculan yang lebih
besar ketika metode tukar pikiran berfokus pada produk atau area pasar
tertentu.
PELUANG
BISNIS
Menurut Maryati (2020), peluang bisnis
atau juga biasa disebut dengan peluang usaha merupakan kesempatan atau waktu
yang tepat yang seharusnya di ambil atau dimanfaatkan bagi seseorang
wirausahawan untuk mendapat keuntungan.
Ciri-ciri Peluang
Bisnis
Menurut Maryati (2020),
berikut ini terdapat beberapa ciri-ciri peluang bisnis, terdiri atas:
- Peluang bersifat orisinil dan tidak meniru.
- Peluang harus dapat mengantisipasi perubahan, persaingan, dan kebutuhan pasar dimasa yang akan datang.
- Benar-benar sesuai dengan keinginan agar peluang dapat bertahan lama.
- Tingkat visibilitas (kelayakkan usaha) benar-benar teruji untuk dilakukan riset dan trial.
- Bersifat ide kreatif dan inovatif bukan tiruan dari orang lain.
- Ada keyakinan untuk mewujudkannya dan rasa senang dalam menjalankannya.
Unsur-unsur Peluang
Bisnis Baru
Menurut Maryati (2020),
seorang wirausahaan haruslah memperhatikan beberapa hal sebelum memulai sebuah
bisnis. Hal-hal tersebut diantaranya adalah:
- Karakter bisnis disesuaikan dengan karakter pribadi. Pebisnis perlu mengenali karakter bidang usaha/bisnisnya sendiri. Tujuannya adalah untuk melihat apakah karakter dasar yang dimiliki sesuai dengan karakter usaha.
- Menyukai bisnis tersebut atau tidak. Hal ini merupakan syarat mutlak bahwa seseorang harus menyukai bisnis yang akan digelutinya. Kenyataan menunjukkan bahwa rasa suka padabisnis akan membuat seseorang lebih giat, tekun, dan pantang menyerah dalam menjalankannya sehingga nantinya akan membuahkan hasil yang baik. Memulai usaha dari hobi bisa menjadi pertimbangan seorang calon pebisnis karena hobi biasanya merupakan suatu hal yang disukai, maka hobi dapat berpotensi menjadi bisnis yang berhasil. Tentunya dengan berbagai tambahan analisa lainnya.
- Kemampuan menjalankan bisnis. Hal ini sangat penting bagi pebisnis untuk mengukur kemampuan diri dengan tujuan untuk melihat apakah ia mampu menjalankan bisnis tersebut. Pebisnis biasa mengukur kemampuannya dengan mengadakan beberapa analisa atau riset sederhana mengenai bisnis tersebut, kemudian hasilnya dibandingkan dengan kemampuan yang dimiliki.
Selain unsur-unsur
diatas, terdapat pula unsur-unsur lain dalam peluang bisnis baru, yaitu :
- Kebutuhan Akan Sumber Penemuan
- Membuat Inovasi Baru
- Sesuai Keahlian
- Menyesuaikan dengan Kebutuhan Pasar
- Memanfaatkan Koneksi dan Relasi
- Mengamati Kecenderungan-kecenderungan
- Mengamati Kekurangan-kekurangan Produk atau Jasa yang Ada
- Usaha Warisan
- Ikut-ikutan
- Coba-coba
Sumber-sumber
Potensial Peluang Bisnis
Menurut Sunarya dkk
(2011), ide-ide yang potensial dapat menjadi sebuah peluang bisnis yaitu dengan
melakukan evaluasi terhadap peluang yang ada secara terus-menerus. Proses
penjaringan ide atau disebut proses screening
merupakan cara terbaik untuk menuangkan ide potensial sehingga menjadi produk
dan atau jasa yang sesungguhnya. Langkah penjaringan ide dapat dilakukan dengan
cara sebagai berikut:
1.
Analisis Produk dan Proses Produksi.
Ketika ide diwujudkan
misalnya dalam bentuk barang dan jasa baru, produk dan jasa tersebut harus
bersaing dengan produk dan jasa yang sudah ada di pasar. Produk dan jasa
tersebut harus menciptakan nilai bagi pelanggan agar berguna dan bernilai bagi pelanggan. Oleh sebab itu
wirausaha harus benar-benar mengetahui perilaku konsumen di pasar. Dalam
mengamati perilaku pasar, setidaknya ada dua unsur yang perlu diperhatikan,
yaitu :
a. Permintaan
terhadap barang/jasa yang dihasilkan.
b. Waktu
penyerahan dan waktu permintaan barang atau jasa.
Dengan demikian menjadi
jelas bahwa seorang pebisnis yang sukses perlu menciptakan produk dan jasa
unggulan. Misalnya, apakah produk yang berupa barang dan jasa itu dapat
meningkatkan efisiensi bagi pemakai? Berapa besarnya? Apakah perbaikan dalam
efisiensi itu juga diketahui oleh pembeli potensial? Berapa persen target yang
ingin dicapai dari segmentasi pasar tersebut? Pertanyaan-pertanyaan harus
dijawab di dalam menciptakan peluang. Sebagi contoh, flashdisk yang juga
berfungsi sebagai Web Camera, yang dapat diberi logo sesuai pesanan pelanggan
untuk sarana promosi produk atau yang lain. Flashdisk ini dapat diperdagangkan
atau sebagai hadiah peluncuran produk baru perusahaan. Bentuk, warna, packaging
maupun logo flashdisk bisa disesuaikan dengan permintaan pelanggan.
Gambar 1. Flasdisk unik (Sunarya
dkk., 2011)
Apabila wirausaha fokus
pada segmen pasar, peluang yang ada tergantung pada perilaku segmen. Kemampuan
untuk memperoleh peluang sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk
menganalisis pasar dalam berbagai aspek, meliputi:
a. Kemampuan
menganalisis demografi pasar.
b. Kemampuan
menganalisis sifat serta tingkah laku pesaing.
c. Kemampuan
menganalisis keunggulan bersaing dan kevakuman pesaing yang dapat dijadikan
sebagai peluang.
2.
Mengamati Pintu Peluang.
Wirausaha harus
mengamati segala potensi yang dimiliki pesaing, misalnya kemungkinan pesaing
mengembangkan produk baru, pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk
baru, dukungan keuangan, dan keunggulan lain yang dimiliki pesaing. Kemampuan pesaing
untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan
dan risiko pesaing dalam menanamkan modal barunya. Menurut Zimmerer (1996)
dalam Sunarya dkk (2011), ada beberapa keadaan yang dapat menjadi peluang,
yaitu:
a. Produk
baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat.
b. Kerugian
teknik harus rendah. Oleh karena itu penggunaan teknik harus dipertimbangkan
sebelumnya.
c. Kondisi
dimana pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya.
d. Pesaing
tidak memiliki teknologi canggih.
e. Pesaing
sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya.
f. Perusahaan
baru memiliki kemampuan dan sumber-sumber untuk menghasilkan produk barunya.
3.
Menciptakan Produk Baru dan Berbeda.
Analisis ini sangat
penting untuk menjamin apakah jumlah dan kualitas produk yang dihasilkan sudah
memadai. Analisis ini juga termasuk jumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat
produk tersebut dan apakah biaya yang dikeluarkan lebih efisien daripada biaya
yang dikeluarkan oleh pesaing
4.
Menaksir Biaya Awal
Pebisnis harus
mengetahui biaya awal yang diperlukan untuk bisnis baru, sumber modal dan
kegunaannya, biaya yang diperlukan untuk operasi, perluasan, dan lainnya.
5.
Memperhitungkan Risiko yang Mungkin Terjadi
Misalnya risiko teknik,
finansial, dan pesaing. Risiko pesaing adalah kemampuan dan kesediaan pesaing
untuk mempertahankan posisinya di pasar. Risiko pesaing meliputi:
a. Kemungkinan
kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing
b. Tingkat
keberhasilan yang telah dicapai oleh pesaing dalam mengembangkan produknya
c. Dukungan
keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru dan produk yang diperkenalkannya
d. Identifikasi
apakah perusahaan baru cukup kuat untuk mengatasi serangan serangan pesaing
Risiko teknik
berhubungan dengan proses pengembangan produk yang sesuai dengan yang
diharapkan atau berhubungan dengan objek penentu apakah ide secara aktual dapat
ditransformasi menjadi produk yang siap dipasarkan dengan kapabilitas dan karakteristiknya.
Risiko finansial adalah risiko yang timbul akibat ketidakcukupan finansial,
baik dalam pengembangan produk baru maupun dalam mempertahankan produk baru
tersebut. Analisis kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman (strength, weakness, opportunity, and threat-SWOT)
sangat penting dalam menciptakan keberhasilan perusahaan.
Analisis
Peluang Bisnis
Menurut
Maryati (2020), berikut ini terdapat beberapa analisis peluang bisnis, terdiri
atas:
1.
Analisis Peluang Bisnis Berdasarkan
Jenis Produk atau Jasa
a.
Minat sesorang, misalnya berminat dalam
dunia perdagangan, jasa atau bidang lainnya.
b.
Modal, keterrsediaan modal awal baik
dalam bentuk uang maupun barang/mesin.
c.
Relasi, adanya keluarga atau teman yang
sudah terlebih dahulu menekuni bisnis yang sama.
1)
Hal-hal yang harus dipertimbangkan:
a) Pengaruh
lingkungan sekitar.
b) Banyak
sedikitnya permintaan masyarakat terhadap jenis bisnis yang akan dipilih.
c) Kecocokan
antara kehutuhan masyarakat dengan jenis bisnis tertentu.
d) Banyak
sedikitnya pesaing.
2)
Beberapa peluang bisnis di bidang jasa
yang sangat dibutuhkan masyarakat
Berikut
beberapa peluang bisnis di bidang jasa, antara lain jasa servis, hiburan,
transportasi, kesehatan, dan yang lain
3)
Beberapa peluang bisnis berupa barang
Barang
yang dapat menciptakan peluang bisnis adalah dengan mempertimbangkan
produk-produk yang:
a)
Mudah dalam pemakaian.
b)
Efisien dalam penggunaan.
c)
Kualitas produk terjamin.
d)
Hemat dalam pemakaian.
e)
Adanya jaminan keamanan dalam pemakaian
2.
Analisis Peluang Bisnis Berdasarkan Minat
dan Daya Beli Konsumen
Untuk mengetahui
besar-kecilnya minat masyarakat terhadap bisnis yang didirikan, pebisnis dapat
melakukan observasi dengan cara:
a.
Mengadakan pengamatan langsung ke pasar.
b.
Melakukan wawancara.
c.
Memberikan angket untuk diisi oleh calon
konsumen.
1)
Meneliti konsumen yang akan menggunakan
produk
Demikian
juga untuk mengetahui seberapa besar kekuatan daya beli konsumen. pebisnis
harus meneliti siapa konsumen yang akan menggunakan produknya:
a) Konsumen
berasal dari kalangan atas, menengah, atau bawah
b) Konsumen
berpenghasilan tinggi, sedang atau rendah
c) Konsumen
merupakan anak-anak, remaja atau dewasa
d) Konsumen
merupakan orang yang tinggal di kota, desa atau pesisir pantai
2)
Persyaratan pembuatan produk atau jasa
perlu dipertimbangkan
Pertimbangan
menganalisis minat dan daya beli konsumen agar pelaksanaan penganalisisan
peluang bisnis berjalan lancar, maka persyaratan pembuatan produk atau jasa
perlu mempertimbangkan hal-hal berikut :
a) Membuat
model kasar dari produk atau jasa yang diminati konsumen dan disesuaikan dengan
daya belinya
b) Menyusun
daftar komponen produk atau jasa yang diminati konsumen baik jenisnya,
jumlahnya maupun daya belinya.
c) Memanfaatkan
tenaga pelaksana proses pembuatan produk atau jasa serta pengawasannya yang
bertanggung jawab terhadap program perusahaannya
3)
Perhatian dalam menganalisis minat dan
daya beli konsumen
Dalam
menganalisis peluang bisnis, wirausahawan harus memperhatikan hal-hal berikut:
a) Membuat
produk jasa yang berkualitas, bermanfaat, dan laku terjual sesuai dengan daya
beli konsumen.
b) Membuat
atau mendesain produk atau jasa dengan bahan baru sesuai dengun daya beli atau
kombinasi yang diminati konsumen
c) Membuat
produk atau jasa lebih cepat, berfaedah, dan murah sesuai dengan daya beli
konsumen
d) Memelihara
dan memperbaiki sarana kerja, tempat kerja, peralatan kerja, dan lain
sebagainya.
3.
Analisis Peluang Usaha dengan Analisis
SWOT
Untuk dapat
menganalisis peluang bisnis dapat dengan menggunakan analisis SWOT yaitu:
a.
Strength
adalah kekuatan apa yang akan mendukung bisnis yang dijalankan untuk mencapai
sasaran.
b.
Weakness
adalah kelemahan apa yang membatasi atau menghambat bisnis yang dijalankan
c. Opportunity
adalah peluang bisnis apa saja yang menguntungkan dan sesuai dengan kemampuan
pebisnis
d.
Threat
adalah ancaman apa saja yang terjadi saat pebisnis menjalankan bisnisnya.
The
best way to have a good idea is to have lots of ideas - Linus Pauling J
DAFTAR PUSTAKA
Maryati. 2020. Modul
Pembelajaran Mata Kuliah Kewirausahaan. Cirebon: CV. Syntax Computama.
Sunarya, A., Sudaryono., dan A. Saefullah. 2011. Kewirausahaan. Yogyakarta: Penerbit CV.
Andi Offset.

0 Comments